Patung bergambar manusia dengan corak kebudayaan suku Asmat ini merupakan benda pribadi milik Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja. Persinggungannya dengan Papua bermula dari tugas mendirikan perguruan tinggi pertama disana yaitu Universitas Cendrawasih pada 1962.
Patung terbuat dari kayu dengan penggambaran dua orang manusia sebagai leluhur yang disusun secara vertikal. Bagi Suku Asmat, pada mulanya patung personifikasi leluhur dibuat sebagai sarana ritual adat dan kepercayaan. Disebut dengan mbijs dengan ciri utama berukuran raksasa. Bentuknya yang khas menjadikan patung-patung Asmat diminati hingga internasional sebagai seni kerajinan.
Judul : PATUNG ASMAT
Tanggal : Abad XX
Geografi : Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah
Budaya : Asmat
Media : Kayu
Dimensi : 75 cm × 8,5 cm
Klasifikasi : Historika
Kredit : Hibah Prof. Budhi Sugarda, putra Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja
Nomor Aksesi: E.301.15.2002
Papua
“Mengenang : Prof. Dr. Soegarda, Wajah Seorang Pendidik Tua” pada Harian Minggu Merdeka edisi 13 Januari 1985