Teko kuningan Aftaba ini lebih dikenal oleh masyarakat sebagai teko aladin. Memiliki bentuk ramping dan tinggi dengan cerat berdiameter kecil. Pegangan teko berbentuk huruf S sedangkan penutupnya serupa puncak yang tinggi. Badannya dihias ukiran timbul flora dengan variasi motif geometris. Sisa warna-warni enamel masih dapat terlihat di bagian luar. Teko kuningan Aftaba banyak merujuk pada komoditas perabotan dekoratif asal Timur Tengah. Namun belum diketahui secara pasti daerah produksi teko ini.
Bagi masyarakat Jawa, teko semacam ini banyak digunakan sebagai bagian dari perlengkapan upacara adat. Berfungsi sebagai wadah air khusus baik untuk diminum maupun untuk bersuci dalam prosesi adat. Semula teko ini merupakan benda warisan keluarga milik Pujiarto, seorang purnakaryawan di Kecamatan Bobotsari sebelum disumbangkan kepada museum melalui Pamong Budaya.
Judul : TEKO KUNINGAN
Tanggal : Abad XIX
Geografi : Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah
Budaya : Jawa
Media : Kuningan
Dimensi : 22,7 cm x 5,6 cm
Klasifikasi : Etnografika
Kredit : Hibah masyarakat melalui Pamong Budaya pada 2002
Nomor Aksesi: D.469.199.2002
Asia
–